Sumber: Suara
Merdeka
Tanggal: Sabtu,
12 Oktober 2013
Halaman: 1
dan 11 kol 1
Kode Penulis: SM/Erry
Budi Prasetyo
Terungkapnya
kasus pembunuhan balita bermotif perampokan di Jalan Mulawarman Barat I RT 01
RW 01, Kelurahan Kramas, Tembalang, Semarang kembali menghebohkan publik.
Publik
kembali heboh ketika mengetahui pembunuhan bermotif perampokan ini berawal dari
telepon nyasar, dan berlanjut dengan
sebuah hubungan perselingkuhan antara seorang pembantu rumah tangga (Murni)
dengan seorang pemulung (Ahmad Musa).
Menurut
pandangan saya kasus ini adalah kasus yang menggelitik sekaligus menghebohkan,
karena kasus ini berawal dari telepon nyasar.
Kasus yang berawal dari telepon nyasar
adalah suatu kasus yang publik tidak akan menyangka bahwa akan terjadi
pembunuhan bermotif perampokan.
Terjadinya
kasus ini bukan semata – mata kesalahan Ahmad Musa dan Murni saja. Tetapi
karena majikan Murni yang asal
memilih seorang pembantu rumah tangga yang tidak bisa menjaga tanggung jawab.
Selain itu menurut saya kasus ini terjadi karena kurangnya pendidikan sikap,
dan tingkah laku pada masyarakat menengah ke bawah, sehingga mereka akan
bertindak sesuka hati mereka.
Dalam
kasus ini Sugeng Wiyono dan Widiarto Adi Nugroho selaku majikan dari Murni sang
pembantu, harusnya bersikap selektif dalam memilih seseorang yang akan
diberikan tanggung jawab sebagai pembantu rumah tangga. Mereka selaku majikan
seharusnya juga mengontrol kinerja dari pembantu yang telah disewa. Kita
diingatkan untuk selektif dalam memilih orang yang akan diberikan tanggung
jawab, dan kita juga diingatkan untuk mengontrol kinerja seseorang yang telah kita
berikan tanggung jawab.
Melalui
berita ini masyarakat kembali diingatkan bahwa kita seharusnya berhati – hati
dengan orang yang tidak jelas asal usulnya. Kita diingatkan untuk tidak
sembarangan memilih orang sebagai pasangan kita.
Ada
banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal serupa tidak terjadi pada
kita, yaitu: menanamkan sikap selektif pada diri kita, melakukan sistem kontrol
kinerja pada seseorang yang kita berikan tanggung jawab, kita juga harus
belajar bagaimana cara bertingkah laku yang baik, dan kita tidak boleh
melakukan hal seenaknya. Niscaya hal serupa tidak akan terjadi pada diri kita.
0 comments:
Post a Comment