Friday, November 15, 2013

Membaca Kritis Koran Suara Merdeka


Sumber:                       Suara Merdeka
Tanggal:                      Sabtu, 12 Oktober 2013
Halaman:                     1 dan 11 kol 1
Kode Penulis:              SM/Erry Budi Prasetyo


Terungkapnya kasus pembunuhan balita bermotif perampokan di Jalan Mulawarman Barat I RT 01 RW 01, Kelurahan Kramas, Tembalang, Semarang kembali menghebohkan publik.
Publik kembali heboh ketika mengetahui pembunuhan bermotif perampokan ini berawal dari telepon nyasar, dan berlanjut dengan sebuah hubungan perselingkuhan antara seorang pembantu rumah tangga (Murni) dengan seorang pemulung (Ahmad Musa).
Menurut pandangan saya kasus ini adalah kasus yang menggelitik sekaligus menghebohkan, karena kasus ini berawal dari telepon nyasar. Kasus yang berawal dari telepon nyasar adalah suatu kasus yang publik tidak akan menyangka bahwa akan terjadi pembunuhan bermotif perampokan.
Terjadinya kasus ini bukan semata – mata kesalahan Ahmad Musa dan Murni saja. Tetapi karena majikan Murni yang asal memilih seorang pembantu rumah tangga yang tidak bisa menjaga tanggung jawab. Selain itu menurut saya kasus ini terjadi karena kurangnya pendidikan sikap, dan tingkah laku pada masyarakat menengah ke bawah, sehingga mereka akan bertindak sesuka hati mereka.
Dalam kasus ini Sugeng Wiyono dan Widiarto Adi Nugroho selaku majikan dari Murni sang pembantu, harusnya bersikap selektif dalam memilih seseorang yang akan diberikan tanggung jawab sebagai pembantu rumah tangga. Mereka selaku majikan seharusnya juga mengontrol kinerja dari pembantu yang telah disewa. Kita diingatkan untuk selektif dalam memilih orang yang akan diberikan tanggung jawab, dan kita juga diingatkan untuk mengontrol kinerja seseorang yang telah kita berikan tanggung jawab.
Melalui berita ini masyarakat kembali diingatkan bahwa kita seharusnya berhati – hati dengan orang yang tidak jelas asal usulnya. Kita diingatkan untuk tidak sembarangan memilih orang sebagai pasangan kita.

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal serupa tidak terjadi pada kita, yaitu: menanamkan sikap selektif pada diri kita, melakukan sistem kontrol kinerja pada seseorang yang kita berikan tanggung jawab, kita juga harus belajar bagaimana cara bertingkah laku yang baik, dan kita tidak boleh melakukan hal seenaknya. Niscaya hal serupa tidak akan terjadi pada diri kita.
Categories:

0 comments:

Post a Comment

About

We're iYosinistic group. Solid, Coorperative, and SINGLE