RESENSI BUKU NASIONAL.IS.ME
“OPTIMIS, BERKARYA, INDONESIA”
Kategori : Non Fiksi | Memoar
Pengarang : Pandji Pragiwaksono W
Peresensi : Christian Eriko
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun
Terbit : 2012
Jumlah
Halaman : XIV + 330 halaman
ISBN : 978-602-8811-53-8
Harga : Rp 54.000,00
Ditengah
kepesimisan masyarakat Indonesia akan nasib bangsanya, di tengah bobroknya
birokrasi dan pemerintahan Indonesia, di tengah krisis kepercayaan masyarakat
Indonesia terhadap pemerintahanya, buku ini hadir memberikan harapan dan
optimisme akan masa depan Bangsa Indonesia.
Rasa
semangat dan optimisme Pandji sangat terasa di setiap bagian bab buku
NASIONAL.IS.ME ini. Filosofi “bukan satu tapi bersatu” ditampilkan secara
detail di hampir semua bab dalam buku. Memang dalam bahasa sederhananya
Nasionalisme bukanlah menyamaratakan perbedaan, tetapi mengenali perbedaan dan
kemudian dijadikan bersatu.
“Kalau
orang-orang tahu apa yang saya tahu tentang Indonesia, mereka juga akan
optimis,” (Pandji –
p.3)
Bermula dari pernyataan dalam sebuah
wawancara diatas, Pandji menceritakan dan menularkan optimismenya. Dari bab
“dari Sabang sampai Merauke” yang
menceritakan bagaimana luar biasanya tiap tiap daerah di Indonesia sampai pada
bab “ dari sebuah krisis sampai pada perasaan optimis” yang mengungkap
bagaimana hebatnya perekonomian dalam negeri di Indonesia.
Dalam buku ini Pandji mengajak
seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama berkarya dan memajukan Indonesia. Seperti
banyak contoh orang orang yang telah mengharumkan Indonesia di mata dunia pada
bab “ Patriot.is.me “, jangan malah mengikuti trend “malu jadi follower, tapi enggan jadi leader” (p.328) . Pandji menekankan bahwa kita semua bisa dan harus berkarya. Ada
3 poin penting untuk bisa berkarya dan memajukan Indonesia menurut Pandji :
1.
Kenali
Indonesiamu
2.
Temukan
Passionmu
3.
Berkaryalah
untuk masa depan Bangsamu
Buku ini ditutup dengan sebuah pesan yang
tentu akan menggugah rasa nasionalisme pembaca. “Anda hidup di zaman ini karena
anda ditakdirkan untuk berkarya dan membangun Indonesia menjadi lebih baik.”
(Pandji – p.330).
Sayangnya buku ini
dicetak menggunakan lembaran yang tidak berwarna sehingga foto-foto yang ada
hanya dapat dilihat dalam bentuk hitam putih. Keindahan tempat-tempat yang
pernah dikunjungi oleh Pandji pun jadi tak terlalu jelas. Mungkin alasan pihak
penerbit tidak mencetak foto-foto tersebut dalam lembaran hitam putih karena
khawatir harga produksi yang akan membengkak yang pada akhirnya menyebabkan
harga jual buku ini akan ikut naik. Selain itu sebelum masuk percetakan, buku
ini awalnya adalah e-book, sehingga
mungkin banyak orang lebih memilih mendownload gratis ketimbang membeli
bukunya.
Kelebihanya buku ini
ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, sehingga pesan penulis
tersampaikan pada pembaca. Selain itu buku ini juga ditulis berdasarkan
pengalaman penulis sendiri, sehingga semua hal yang ditulis dalam buku ini
merupakan fakta.
Secara
keseluruhan, buku ini sangat recomended
untuk dibaca. Khususnya untuk GENERASI MUDA Indonesia. Buku ini sangat inspiratif dan menularkan
optimisme yang luar biasa.
“Mengubah
hari ini, bisa jadi sudah terlambat. Pertanyaanya maukah anda terus berkarya
dan menjadi orang yang merubah masa depan ?
Maukah?
Ataukah
anda hanya mau jadi orang yang ngomel-ngomel saja?” (Pandji – p.327)
Mari kita rubah cara pandang kita terhadap
Indonesia dan mari berkarya untuk kemajuan bangsa Indonesia. Hiduplah Indonesia
Raya.

0 comments:
Post a Comment